← Kembali

KOPERASI PRODUSEN AGAR MAKMUR SENTOSA

Nama Tenant KOPERASI PRODUSEN AGAR MAKMUR SENTOSA
Nama Pemilik Usaha Hery Sudarmono
Email
Alamat Dusun Tlocor RT.015 RW.005, Desa Kedungpandan, Kec. Jabon, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur
Bidang Usaha Tanaman pangan
Klasifikasi Bisnis Kuliner
Omset Rp 468.967.600.000
Media Promosi
Jangkauan Pasar
Pembukuan
Masa Inkubasi
Deskripsi

Tentang Kami

Koperasi Agar Makmur Sentosa di Sidoarjo berhasil melakukan ekspor rumput laut jenis Gracilaria ke pasar internasional, termasuk Australia dan China. Selain itu, koperasi ini menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan biomaterial asal Australia, ULUU, untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi.

Pihak utama dalam pencapaian ini adalah Koperasi Agar Makmur Sentosa, yang beranggotakan lebih dari 150 petani lokal. Kemitraan juga melibatkan ULUU, perusahaan biomaterial dari Australia, serta dukungan dari pemerintah dan sektor swasta dalam pengembangan industri rumput laut.

Koperasi ini berlokasi di Dusun Tlocor, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Lahan budidaya yang dikelola mencapai 1.200 hektar, menjadikannya salah satu pusat produksi rumput laut yang potensial di Indonesia.

Ekspor perdana ke Australia dilakukan pada tahun 2023 dengan volume 15 ton, menyusul ekspor sebelumnya ke China sebanyak 25 ton. Target produksi sebesar 1.000 ton per tahun direncanakan tercapai pada tahun 2024 melalui kemitraan dengan ULUU.

Pencapaian ekspor ini penting karena membuka peluang pasar global bagi petani lokal, meningkatkan pendapatan mereka, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen rumput laut. Selain itu, metode budidaya tumpang sari yang diterapkan mendukung prinsip ekonomi hijau dan biru, menjadikan koperasi ini sebagai model keberlanjutan.

Koperasi menerapkan sistem budidaya terpadu yang menggabungkan rumput laut dengan ikan bandeng atau udang. Dengan dukungan teknologi dan kemitraan strategis, mereka mampu memproduksi 80–90 ton per bulan. Nota kesepahaman dengan ULUU juga membuka jalan bagi pembangunan pabrik di Indonesia, memperkuat hilirisasi dan daya saing produk.

Koperasi Agar Makmur Sentosa membuktikan bahwa sinergi antara petani, pemerintah, dan mitra internasional dapat menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Sebuah langkah maju bagi koperasi Indonesia menuju pasar global

Visi

Menjadi Koperasi Produsen di bidang agribisnis laut unggulan yang mampu memproduksi dan / atau menampung hasil produksi anggota yang selanjutnya mendistribusikan produk baik dalam negeri maupun luar negeri sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui inovasi dan kemitraan strategis.

Misi

a. Meningkatkan Kapasitas Produksi Nasional

b. Memperluas jangkauan Ekspor

c. Mendorong Hilirisasi produk

d. Memperkuat kelembagaan dan tata kelola koperasi

e. Meningkatkan kesejahteraan petani

f. Mengembangkan ekonomi Hijau dan Biru

No. Badan Hukum : AHU-0000516.AH.01.29.TAHUN 2023

NIK : 3515050080019

NIB : 1302230020434

Ketua : Hery Sudarmono

Sekretaris : Mathinatuddin

Bendahara : Eko Hariwanti

No. Telp / WA : 081332232375

Email / Website : [email protected]

Jumlah Anggota : 82

Jumlah Karyawan : 5

Sosial Media :

Tagline Koperasi : Menembus Pasar Ekspor dan Mendorong Ekonom Hijau

Bisnis Kami

Model Bisnis Koperasi Produsen Agar Makmur Sentosa adalah B2B dan Ekspor.

1. Jalur B2B: Kemitraan Strategis dan Hilirisasi

Sejak 2023, Koperasi Agar Makmur Sentosa juga aktif membangun kemitraan B2B, salah satunya dengan ULUU, startup biomaterial asal Australia. Melalui nota kesepahaman (MoU), koperasi berkomitmen untuk:

● Memenuhi kebutuhan bahan baku biomaterial berbasis rumput laut

● Meningkatkan kapasitas produksi hingga 1.000 ton per tahun

● Mendukung pembangunan pabrik biomaterial di Indonesia

Model B2B ini memungkinkan koperasi untuk tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga berperan dalam rantai pasok industri berkelanjutan.

2. Jalur Ekspor: Menembus Pasar Global

Langkah awal ekspor dimulai dengan pengiriman 25 ton rumput laut ke China, disusul ekspor perdana ke Australia sebanyak 15 ton. Ekspor ini bukan sekadar transaksi, melainkan bagian dari strategi koperasi untuk:

● Meningkatkan nilai jual komoditas lokal

● Memperluas jaringan pasar internasional

● Mendorong kesejahteraan petani melalui harga yang kompetitif

Koperasi memanfaatkan sistem budidaya tumpang sari (rumput laut + ikan bandeng + udang) yang mendukung prinsip ekonomi hijau dan biru, menjadikan produk mereka menarik bagi pasar yang peduli lingkungan.

Belum Ada Produk Tenant