Koperasi Produsen Multi Pihak Sarana Agro Lestari
| Nama Tenant | Koperasi Produsen Multi Pihak Sarana Agro Lestari |
| Nama Pemilik Usaha | Hudi |
| Alamat | Jl. Panglima Sudirman, Ds Glagahan Kec. Perak, Kab. Jombang, Jawa Timur. |
| Bidang Usaha | Agriculture |
| Klasifikasi Bisnis | Agribisnis |
| Omset | Rp 41.471.560.000 |
| Media Promosi | |
| Jangkauan Pasar | |
| Pembukuan | |
| Masa Inkubasi | |
| Deskripsi | Tentang Kami Koperasi Produsen Multipihak Sarana Agro Lestari (KPMP SANTRI) sebagai kelembagaan ekonomi petani berupaya untuk “sengkuyung” atau bahu membahu dalam mewujudkan industri komoditas prioritas serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas dan berkelanjutan. Struktur bisnis KMP Sarana Agro Lestari dirancang untuk mendukung produsen produk pertanian dapat bekerja sama untuk meningkatkan kepercayaan Lembaga keuangan agar para petani dapat menjalankan produksi tanpa hambatan serta menangani pemasaran dan penjualan bersama. Visi Menjadi Koperasi petani padi kelas dunia untuk kesejahteraan seluruh anggota dan menjadi pilar kedaulatan pangan dan ekonomi nasional. Misi 1. Ketersediaan benih, pupuk, dan obat-obatan (on farm) seluruh kebutuhan anggota petani dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar umum. 2. Membeli dengan harga lebih baik dari pada harga pasar umum hasil panen anggota. 3. Melakukan perbaikan nilai hasil produk. 4. Melakukan pemasaran keseluruhan hasil panen anggota dalam satu manajemen sehingga terjadi daya saing produk. No. Badan Hukum : AHU-0003276.AH.01.29.TAHUN 2023 NIK : 3517020003004 NIB : 2508230044391 Ketua : HUDI Sekretaris : BAMBANG SUIRMAN Bendahara : DIYAN ANGGRAINI No. Telp / WA : +6281233706161 Email / Website : [email protected]/https://kmpsantri.com Jumlah Anggota : 61 Jumlah Karyawan : 2 Sosial Media : @ kmp.santri Tagline Koperasi : KMP SANTRI “DARI PETANI UNTUK PETANI” Bisnis Kami Bidang Usaha Koperasi Bidang usaha koperasi terdiri dari 6 (enam) unit antara lain : 1. Unit Usaha Saprodi meliputi penyediaan bibit, pupuk, pestisida, dan obat-obatan. 2. Unit Persewaan Alat Pertanian, yaitu hand traktor roda dua, traktor roda empat, alat pemanen padi atau harvester dan mesin penanam padi atau rice transplanter. 3. Unit Pembelian Produk Hasil Pertanian. Pembelian padi Gabah Kering Panen (GKP), Gabah Kering Giling (GKG), dan beras asalan atau beras Pecah Kulit (PK). 4. Unit Pengolahan meliputi produk pokok, produk turunan dan inovasi produk. 5. Unit Permodalan meliputi pembiayaan, penjaminan, Sistem Resi Gudang dan Simpanan. 6. Unit Kerjasama, usaha lain dan Pemasaran meliputi pemasaran produk, penjualan sembako dan kerjasama pihak lain. Model Bisnis Model Bisnis KPMP Sarana Agro Lestari terdapat tiga model yaitu B2B, B2G dan B2b. 1. Business to Business (B2B) KPMP SANTRI sebagai pemasok GKP ke Bulog untuk diproduksi menjadi beras konsumsi dengan skema Delivery Order (DO). Volume permintaan mencapai 1000 ton per DO. Sistem ini kurang menguntungkan bagi petani karena harga gabah yang relatif tidak stabil dan turun. Kemudian ada skema baru antara koperasi dengan BULOG yaitu skema white label dengan proses produksi di KPMP SANTRI dengan Quality Assurance (QA) dari BULOG dan Koperasi menggunakan merek dari Bulog. BULOG cukup membayar biasa jasa produksi dengan nominal kurang dari Rp.1000,- per kg untuk beras dan produk turunannya menjadi milik sepenuhnya oleh BULOG. 2. Business to Government (B2G) KPMP SANTRI bekerjasama dengan Pemprov Jatim dalam menyediakan beras untuk ASN dengan merek beras JATIM CETAR. Peluang penyerapan mencapai 80 ton per bulan. 3. Business to bisnis (B2b) KPMP SANTRI memproduksi beras konsumsi untuk dijual ke agen dan toko ritel yang ada di Jombang, Mojokerto dan Surabaya. Proses ini bekerjasama dengan anggota produsen. Terdapat 10 (sepuluh) Pemilik plasma penggilingan padi (Gabungan Kelompok Tani). Pemrosesan Gabah di lokasi penggilingan Gapoktan menjadi beras PK, kemudian diolah menjadi beras berkualitas siap konsumsi. Pengemasan dan penyimpanan di gudang koperasi untuk siap didistribusikan ke agen dan 20 UMKM yang tersebar di Jombang, Mojokerto dan Surabaya. |