pengembangan budidaya jamur tiram dengan menggunakan pemasaran produk turunan
| Nama Tenant | pengembangan budidaya jamur tiram dengan menggunakan pemasaran produk turunan |
| Nama Pemilik Usaha | Zaenal Robidin |
| Alamat | Purworejo |
| Bidang Usaha | Perkebunan |
| Klasifikasi Bisnis | |
| Omset | Rp 134.000.000 |
| Media Promosi | Whatshapp,Instagram,Facebook |
| Jangkauan Pasar | |
| Pembukuan | |
| Masa Inkubasi | |
| Deskripsi | Jamur tiram telah banyak dibudidayakan di Indonesia melalui berbagai media tanam (substrat). Bukan tanpa alasan jika banyak orang yang memilih membudidayakan jamur tiram dibandingkan dengan jamur lainnya. Hal ini disebabkan keistimewaan jamur tiram yang merupakan jenis jamur yang paling mudah dibudidayakan karena memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan (Suharjo, 2015). Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan tumbuhan yang tidak berklorofil yang banyak dijumpai di alam. Seiring dengan perkembangan teknologi, jamur tiram mulai dibudidayakan dengan memanfaatkan bahan media tanam dari serbuk kayu (gergajian), dan untuk memacu pertumbuhan jamur tiram dilakukan pemberian molase yang dikombinasikan dengan macam media tanam (Steviani, 2011). Jamur tiram adalah salah satu komuditas yang sedang diminati masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan, tahun 2020 produksi jamur di Purworejo sebanyak 11.128. Hal ini dapat dilihat dari permintaan yang terus meningkat setiap tahunnya. Permintaan jamur tiram yang cukup tinggi masih belum terpenuhi, masih banyak kebutuhan jamur tiram di Purworejo belum mampu dipenuhi dari produksi. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan budidaya jamur tiram (Fritz, dkk, 2017). Masyarakat saat ini yang mengonsumsi jamur tiram banyak yang hanya berfikir sebagai sayur untuk lauk makan, namun jamur tiram ini memiliki manfaat karena termasuk opsi sayur sehat dan jamur tiram ini dapat dibuat makanan sesuai selera. Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) saat ini populer dan digemari oleh masyarakat. Pada setiap 100 gram jamur tiram mengandung nutrisi dengan kandungan 367 kalori, protein 10,5 – 30,4%, karbohidrat 56,6%, lemak 1,7 – 2,2%, 314 mg kalsium dan mengandung vitamin. Jamur juga mengandung serat mencapai 7,4 – 24,6% sehingga baik untuk pencernaan dan cocok untuk para pelaku diet. Selain itu jamur tiram bermanfaat untuk menurunkan kolesterol, sebagai antibacterial dan antitumor, sebagai obat penyakit lever, diabetes dan anemia (Alex, 2011). Pada budidaya jamur dibutuhkan media tanam untuk tumbuh, media yang digunakan yaitu dari kayu. Kayu merupakan bahan utama untuk budidaya jamur tiram. Kayu untuk budidaya jamur ini berupa serbuk kayu yang diperoleh dari sisa pembuatan meubel yang menjadi limbah tak terpakai. Namun, sekarang ini masyarakat telah mengolah kembali limbah serbuk kayu tersebut menjadi barang – barang yang bernilai jual tinggi daripada hanya menjadi media tanam, sehingga serbuk kayu untuk pembuatan media jamur semakin berkurang. Maka untuk mengantisipasi hal tersebut perlu dicari media alternatif tambahan pertumbuhan jamur tiram yang banyak tersedia dan mudah diperoleh. Altenatif tambahan bahan media yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah melalui pemanfaatan limbah pertanian, misalnya ampas aren dan batang semu pisang. Budidaya jamur tiram ini tidak hanya menguntungkan bagi pengusahanya namun juga berdampak pada masyarakat karena orang yang membudidaya jamur tiram ini dapat membagikan ilmu tentang cara membudidaya jamur tiram, hal ini berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Dampak kesejahteraan masyarakat tidak hanya dalam tingkat pendapatan masyarakat saja, namun dalam tingkat kesehatan masyarakat juga termasuk dalam kesejahteraan masyarakat. Banyak manfaat yang dapat diambil dari kandungan-kandungan jamur tiram untuk mengurangi resiko penyakit karena jamur tiram ini adalah salah satu opsi sayur. Banyak masyarakat yang mengonsumsi jamur tiram sebagai salah satu opsi sayur sehat, untuk itu kita harus meningkatkan lagi produksi jamur tiram untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan ini dengan membudidaya jamur tiram maka ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menambah income masyarakat setempat.
|