Foxmill Choco Inovasi Cemilan Cookies Tepung Jewawut
| Nama Tenant | Foxmill Choco Inovasi Cemilan Cookies Tepung Jewawut |
| Nama Pemilik Usaha | SHAFORA NURMALA DEVI |
| Alamat | Desa Kebonrejo Rt 06/Rw 01, Kecamatan Salaman, Magelang |
| Bidang Usaha | Makanan dan Minuman |
| Klasifikasi Bisnis | Kuliner |
| Omset | Rp 265.000.000 |
| Media Promosi | Instagram : @foxmillchoco ; Whatsapp Admin : 0895421366661 |
| Jangkauan Pasar | |
| Pembukuan | |
| Masa Inkubasi | |
| Deskripsi | Foxmiil Choco merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang produksi makanan ringan yaitu Kue Kering. Bahan Baku utama Cookies dari serealia jewawut yang tergolong dalam Usaha Kecil Menengah (UKM). Usaha ini dirintis oleh Dwi Nur Hanifah, di Desa Kebonrejo Rt 06/Rw 01, Kecamatan Salaman, Magelang. Foxmill Choco didirikan pada bulan November 2021. Foxmill Choco memiliki varian rasa seperti original, coklat dan red velvet yang dikemas dalam toples ukuran 350 gram dengan harga Rp 40.000 dan 500 gram dengan harga Rp 50.000. Segment Customer foxmill choco berusia 18 – 50 tahun laki – laki ataupun perempuan yang target utamanya masyarakat tanpa mengenal status. Strategi pemasaran promosi yakni via Whatsapp dan Instagram. Sejarah dirintisnya Foxmill Choco melihat petani jewawut di Desa Banyudono, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang yang mengalami kesulitan karena hasil panen dengan harga jual rendah dan lemah dalam memasarkan produk. Petani jewawut sulit menjangkau pasar yang lebih luas karena keterbatasan akses pasar dan kemampuan mengolah biji jewawut sehingga biji jewawut dijual kepada penjual pakan burung dengan harga yang murah. Pekerjaan utama petani jewawut adalah petani jagung. Budidaya jewawut sebagai usahatani sampingan disela-sela tanaman jagung. Hal ini mengakibatkan secara finansial petani jewawut kurang sejahtera karena pendapatan yang rendah. Berdasarkan hal tersebut Foxmill Choco ingin berkontribusi meningkatkan kesejahteraan petani jewawut dengan mengolah biji jewawut menjadi Cookies agar petani jewawut lebih mapan secara finasial. Inovasi mengolah biji jewawut menjadi tepung dan diolah menjadi Foxmill Choco terinspirasi dari hasil penelitian (Juhaeti T. 2019) menunjukkan bahwa kandungan gizi jewawut sebanyak 13% tidak jauh berbeda dengan beras dan jali 10%. Bahkan, biji jewawut memiliki kandungan protein dan lemak yang jauh lebih unggul dibandingkan beras merah maupun beras putih. Pemanfaatan biji jewawut sebagai produk makanan yang bernilai gizi ini juga diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurangi penggunaan tepung terigu dan menyediakan camilan sehat dan bergizi untuk masyarakat. |