Sunrise Golden
| Nama Tenant | Sunrise Golden |
| Nama Pemilik Usaha | AZIS PERMADI |
| Alamat | Desa Jrakah, Kecamatan Bayan, |
| Bidang Usaha | |
| Klasifikasi Bisnis | |
| Omset | Rp 1.375.000.000 |
| Media Promosi | Instagram (@sunrise.golden_), facebook (Sunrise Golden) , tik tok (@Sunrise_Golden) |
| Jangkauan Pasar | |
| Pembukuan | |
| Masa Inkubasi | |
| Deskripsi | Sunrise Golden “Fresh from the Garden” adalah usaha budidaya yang memproduksi melon secara organik. Usaha ini merupakan usaha pada tahap awal. Budidaya dilakukan di dalam greenhouse dengan sistem irigasi tetes. Pupuk dan pestisida mengggunakan bahan organik sehingga melon yang diproduksi tidak mengandung residu bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Hal ini karena budidaya di dalam greenhouse lebih terkontrol dan ramah lingkungan, sehingga hasilnya lebih aman dan sehat. Dengan menerapkan irigasi tetes maka kebutuhan air lebih hemat, penggunaan pupuk dan pestisida nabati juga lebih efisien. Budidaya menggunakan polybag juga meningkatkan produktivitas lahan karena jumlah tanaman yang ditanam di dalam greenhouse lebih banyak dibandingkan dengan budidaya secara konvensional di lahan terbuka. Kebun lebih bersih dari gulma, sehingga jauh dari kesan pertanian yang kotor dan berlumpur. Selain itu, tim juga menyadari bahwa banyak varietas unggul buah-buahan di Indonesia yang mulai hilang, digantikan dengan varietas unggul yang diimpor dari negara lain. Berdasarkan hal tersebut tim melalui usaha ini akan membudidayakan dan mengembangkan berbagai varietas melon unggul serta melon lokal Indonesia agar tidak punah. Latar belakang pendirian usaha bermula dari kesadaran tim akan pentingnya inovasi dalam pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi sumber daya, serta keprihatinan tim terhadap generasi muda yang enggan untuk terjun di dunia pertanian. Banyak generasi muda yang memiliki persepsi bahwa pertanian itu kotor, berlumpur, panas, dan kurang menjanjikan. Selain itu juga berdasarkan adanya kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi pangan sehat dan aman dari residu bahan kimia yang terus meningkat sebagai salah satu peluang bisnis yang potensial. Berdasarkan data Kompas.com (2019) pertumbuhan bahan makan organik di dunia terus meningkat dari tahun ke tahun, dengan pertumbuhan mencapai 15-20%. Data Kementerian Perdagangan (2022), Indonesia memiliki pangsa pasar produk organik sebesar 0,4% dari total pangsa pasar dunia, dengan jumlah produsen produk organik sekitar 17.948 produsen dan luas lahan mencapai 280 ribu hektar di tahun 2020. Lebih lanjut Badan Pangan Nasional (2024) menetapkan salah satu indikator ketahanan pangan adalah persentase pangsa pangan organic dengan target 20% di tahun 2024. |