Jakarta, 16 Juli 2025 - Lebih dari 100 lembaga inkubator dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Inkubator bertema “Membangun Inkubator yang Lebih Kuat dan Relevan” pada Kamis, 16 Juli 2026. Diselenggarakan secara daring oleh Kementerian UMKM, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi pengelola inkubator untuk memperkuat kelembagaan, meningkatkan kualitas pendampingan, serta menghadirkan program inkubasi yang semakin sesuai dengan kebutuhan tenan.
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, M. Riza Damanik, menegaskan bahwa lembaga inkubator memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem kewirausahaan. Menurutnya, inkubator bukan hanya tempat pelaksanaan pelatihan, tetapi juga menjadi ruang bagi wirausaha untuk memperoleh pendampingan, memperluas jejaring, dan meningkatkan peluang keberhasilan usaha.
Dalam sambutannya, M. Riza Damanik menyampaikan bahwa studi di berbagai negara menunjukkan proses inkubasi dapat meningkatkan tingkat keberhasilan tenan hingga 90 persen. Hal tersebut memperlihatkan pentingnya pengelolaan inkubator yang kuat, konsisten, dan mampu memberikan layanan sesuai dengan tahap perkembangan usaha tenan.
Plt. Asisten Deputi Inkubasi dan Digitalisasi Wirausaha, Ima Rahmania, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan seri pertama dari rangkaian Peningkatan Kapasitas Lembaga Inkubator Tahun 2026. Pada seri awal ini, materi difokuskan pada penguatan fondasi sebagai bekal bagi lembaga inkubator untuk mengembangkan layanan dan program yang lebih terstruktur.
“Pada seri pertama ini, materi yang dihadirkan masih bersifat mendasar karena kami ingin memperkuat fondasi inkubator terlebih dahulu. Fondasi yang kuat diperlukan agar proses inkubasi dapat berjalan secara konsisten dan memberikan dampak nyata bagi tenan,” ujar Ima Rahmania.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber dengan pengalaman dalam pengembangan dan pengelolaan inkubator. Indra Purnama, S.T., M.T. dari Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) menyampaikan materi “Membangun Fondasi Inkubator yang Kuat untuk Mendorong Pertumbuhan Wirausaha”. Materi tersebut membahas unsur-unsur penting dalam membangun inkubator, mulai dari perbedaan antara pelatihan dengan inkubasi, struktur pengelola, standar operasional, kurikulum, hingga dokumentasi proses pendampingan.
Sesi berikutnya diisi oleh Direktur Hetero Inkubator Jawa Tengah, Muhammad Pradytio Nugroho, melalui materi “Mengelola Inkubasi yang Konsisten, Terhubung, dan Berdampak bagi tenan.” Peserta memperoleh berbagai praktik pengelolaan program inkubasi, termasuk pendampingan tenan, penguatan mentor, serta pembangunan jejaring pasar, pembiayaan, industri, dan kemitraan.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Pemeringkatan Lembaga Inkubator Tahun 2026. Program secara khusus diarahkan untuk mendukung lembaga inkubator dengan status Tidak Dapat Diperingkat dan Tidak Lolos Administrasi agar dapat memperbaiki aspek kelembagaan dan penyelenggaraan inkubasi. Namun, kegiatan tetap terbuka bagi lembaga inkubator dengan status lainnya sebagai bagian dari pembelajaran dan penguatan kapasitas bersama.
Melalui rangkaian peningkatan kapasitas ini, Kementerian UMKM mendorong lembaga inkubator agar tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga mampu menghadirkan proses pendampingan yang relevan dan berdampak. Dengan layanan inkubasi yang semakin berkualitas, lembaga inkubator diharapkan dapat membantu lebih banyak tenan tumbuh, berkembang, serta terhubung dengan pasar, pembiayaan, dan peluang kemitraan yang lebih luas.